Monthly Archives: Juli 2012

JARINGAN K0MPUTER

Jaringan Komputer

Jaringan Komputer

A.  Definisi Jaringan Komputer dan Fungsi dan Tujuan Jaringan

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node.

Menurut Tannebaum (1981) jaringan komputer adalah an interconnected collection of autonomous computers (suatu kumpulan interkoneksi dari komputer-komputer yang otonom). Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CD-ROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.

B.  Fungsi dari Jaringan

Pada dasarnya Fungsi Jaringan adalah;

Sebagai sarana Berbagi Data Proses dan Berkas Simpanan.

Sebagai sarana Komunikasi Data antar Komputer ( Peer to peer, Server to Klien, Server to Server).

Sedangkan nilai lebih dari computer yang terhubung Jaringan dalam Fungsinya adalah:

  • Membagi sumber daya;

Jaringan computer dapat digunakan sebagai sarana untuk membagi sumber daya. Sumber daya tersebut bisa berupa printer, atau sumber daya berupa data-data, software. Dengan adanya jaringan computer maka sumber daya dapat dikurangi

  • Reliabilitas tinggi;

Jaringan computer memungkinkan kita untuk mengkopi data-data ke dua atau tiga computer, bahkan lebih. Dengan demikian apabila computer salah satu computer rusak, data-data yang didalamnya hilang, kita masih dapat menggunaakan data yang tersimpan di computer lain.

  • Menghemat uang;

Dengan menggunakan jaringan computer,perusahaan dapat menghemat peralatan yang harus digunakan, misalnya printer. Dengan adanya jaringan computer, satu printer dapat di gunakan oleh lebih dari satu computer.

  • Sarana komunikas;

Jaringan computer dapat dimanfaatkan untuk komunikasi misalkan memberikan pengumuman rapat kepada karyawan, jadi pimpinan tidak perlu repot mencetak pengumuman. Pimpinan tinggal mengirimkan pengumuman kepada karyawan dengan jaringan computer

C.  Tujuan dari Setup Jaringan Komputer

Dalam penerapannya computer dapat pula malakukan pertukaran data secara konvensional melalui perangkat Removabledisk, tetapi dengan pembangunan/setup Jaringan memiliki tujuan yang lebih praktis dan tingkat optimalisasi yang memadai. Dalam pertimbangannya sudah pasti jarak dan keamanan menjadi salah satu factor yang harus dipenuhi. Tujuan setup Jaringan, yaitu:

  • Membagi sumber daya, misalnya membagi printer, CPU, memori, ataupun harddisk.
  • Komunikasi Data, misalnya e-mail, instant messanging, chatting, dll.
  • Akses informasi, misalnya web browsing. ( http://ID.wikIPedia.org/wiki/Jaringan_komputer ).

Menurut Lukas  berdasarkan arah transmisinya, komunikasi data mungkin berupa simplex, half-duplex, atau full-duplex. (Lukas,2006):.

¸     Simplex  Pada  Simplex, signal hanya ditransmit satu arah saja dimana satu stasiun sebagai pemancar dan yang lainnya sebagai penerima. Pada sistem ini aliran data hanya dapat terjadi ke satu arah saja.

¸     Half-duplex  Dalam operasi ini, kedua stasiun mungkin melakukan pengiriman, tapi tidak bisa bersamaan melainkan beroperasi gantian. Pada sistem ini aliran informasi dapat terjadi kedua arah tetapi tidak dapat bersamaan.

¸     Full-duplex  Dalam operasi full duplex, kedua stasiun  mungkin mentransmisi secara serentak. Pada sistem ini aliran dapat terjadi kedua arah pada saat yang bersamaan. Sistem ini dapat terjadi hanya menggunakan sebuah saluran komunikasi data atau dengan menggunakan dua saluran komunikasi data.

D.  Permasalahan pada Jaringan

Permasalahan yang sering muncul baik dalam pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas:

•    Kerusakan atau kesalahan Hardware

Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware mencakup seluruh komponen jaringan antara lain mencakup server, workstation (client), Kartu Jaringan (NIC/LAN-Card), Pengkabelan dan Konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, Router, dan lain sebagainya.

•    Kesalahan Software

Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan bagaimana setting dan konfigurasi jaringan yang berkaitan dengan system operasi baik pada komputer server maupun komputer workstation (client) yang digunakan, jenis protokol yang dipakai serta topologi jaringan.

E.    Kerusakan atau kesalahan Hardware

Kerusakan atau kesalahan hardware yang sering terjadi adalah pada Network Interface Card (kartu jaringan), pengkabel dan konektor. Kerusakan atau kesalahan pada Jaringan sering disebabkan oleh koneksi (hubungan) yang tidak baik antar komponen dan tidak berfungsinya komponen dikarenakan sudah mati atau rusak.

a)    Network Interface Card (kartu jaringan)

LAN Card

LAN Card

Secara fisik untuk mengenali bahwa kartu jaringan tersebut telah atkif atau tidak aktif dapat dilihat pada lampu indikator yang terdapat dalam Kartu jaringan tersebut saat komputer hidup dan kartu jaringan telah dihubungkan dengan kabel jaringan maka lampu indikator harus sudah menyala. Apabila belum menyala berarti terdapat permasalahan atau kerusakan pada kartu jaringan tersebut.

Secara software untuk mengetahui bahwa kartu jaringan telah bekerja atau aktif dapat dilihat pada :

(1)    Klik Start > setting >klik Control Panel

(2)    Pilih icon system  double klik pilih menu Device Manager

Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum. Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer dapat bekerja atau aktif.

b) Pengkabelan dan Konektor

Pemilihan media komunikasi menggunakan kabel sebagai penghubung antar komputer memang merupakan media yang cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF (radio frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah, mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi.   Tetapi kesalahan dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu sendiri, serta layout atau topologi jaringan seringkali mengganggu dalam system jaringan kabel.

1)    Untuk Pengunaan Kabel Thin Coax

Seperti dalam gambar berikut permasalahan yang sering terjadi pada jenis kabel ini adalah seperti dalam gambar:

Kabel Jenis Thin Coax

Kabel Jenis Thin Coax

Gambar 12. Permasalahan pada Kabel Jenis Thin Coax.

Keterangan Gambar: 

  1. 1.      Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data. 
  2. 2.      Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel.
  3. 3.      Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
  4. 4.      Resistor pada terminating Connector
  5. 5.      Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor 
  6. 6.      Longgar pada male connector

Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5  akan mengakibatkan system jaringan akan mengalami down (komunikasi antar komputer berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi pada workstation (client) yang bersangkutan saja yang berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka menyebabkan jaringan akan down juga.

2)    Untuk Pengunaan kabel thick coax

Untuk jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis kabel thin coax karena menggunakan jenis topologi jaringan yang sama seperti dalam gambar berikut:

Kabel Jenis Thick Coax

Kabel Jenis Thick Coax

Gambar 13. Permasalahan pada Kabel Jenis Thick Coax.

3)    Untuk Penggunaan kabel UTP

Untuk kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan model ini relatif sedikit, karena jaringan model ini menggunakan topologi star, dimana workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti dalam gambar berikut:

Kabel Jenis UTP

Kabel Jenis UTP

Gambar 14. Permasalahan pada Kabel Jenis UTP.

Keterangan gambar:

  1. 1.      Konektor longgar (tidak terhubung)
  2. 2.      Kabel short 
  3. 3.      Kabel terbuka (open)

Untuk mengecek kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel.

 

F.    Software

Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada umumnya bisa dikelompokkan atas:

a)    Kesalahan setting konfigurasi jaringan

Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan :

¸        Alamat port I/O

¸        Nomor Interupt

¸        Direct Memory Access Request line

¸        Buffer memory Address

Berbeda dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara otomatis telah tersedia.

b)    Kesalahan Protocol yang digunakan

Hal ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot ISA karena penentuan harus dilakukan secara manual. Apabila kita menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver dengan benar.

c)    Kesalahan pengalamatan IP.

Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data, jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut.

d)    Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer

Penentuan antara komputer server dan komputer client harus jelas untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan peer to peer tidak ada penentuan client dan server.

e)    Kesalahan Service Network (file and print sharing)

Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan file and print sharing.

f)    Kesalahan Security System

Kesalahan pemasukan password pada saat kita masuk dalam jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena kesalahan pengamanan (password).

g)    Kerusakan file program, sehingga perlu di update.

Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif).

Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software  tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:

Tidak bisa Login dalam jaringan, Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan.

Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Apabila secara hardware dan software tidak ada masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan semua data yang telah kita update ke sistem operasi.

Tidak bisa sharing files atau printer. Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing. untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan klik kanan share.

Tidak bisa install network adapter. Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut.  Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah terinstall dengan driver bawaannya.

Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita. Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena kita belum melakukan sharing data atau sharing printer.

Kasus-kasus tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahan-kesalahan software pada saat setting Kartu jaringan. Setting kartu jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan.

Pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, nama Workgroupnya dan sebagainya.


 G. Rangkuman

Permasalahan muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan software.

Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan  yang sering dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya. Untuk pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel terbuka (open), kabel short dan konektor longgar.

Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan setting dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer client yang digunakan, jenis protokol yang dipakai jaringan dan workgroup yang digunakan.

Teknik Penulisan Artikel

Teknik Menulis Bebas/Lepas

Menulis Bebas – Lepas

Oleh: M Badri

Mulailah menulis satu kata, lalu satu kalimat, kemudian satu paragraf selanjutnya satu halaman, sampai akhirnya menjadi satu buku…

Source: http://ruangdosen.wordpress.com/2008/09/05/teknik-penulisan-artikel/

A. PENGERTIAN ARTIKEL

  • Karya tulis yang disusun untuk mengungkapkan PENDAPAT seorang penulis atas suatu FAKTA/DATA/ PENDAPAT orang lain berdasarkan rangkaian LOGIKA tersendiri.
  • Tulisan lepas berisi opini seseorang yang MENGUPAS tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya AKTUAL dan atau KONTROVERSIAL dengan tujuan untuk memberitahu (INFORMATIF), memengaruhi dan meyakinkan (PERSUASIF ARGUMENTATIF), atau menghibur khalayak pembaca (REKREATIF).

B. KARAKTERISTIK ARTIKEL

  • Ditulis dengan atas nama (by line story)
  • Mengandung gagasan aktual dan atau kontroversial
  • Gagasan yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar khalayak pembaca.
  • Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
  • Disajikan dalam bahasa yang hidup, segar, populer, komunikatif
  • Singkat dan tuntas
  • Orisinal

C. STRUKTUR ARTIKEL

  • Judul
  • Alinea Pembuka (Lead)
  • Alinea Penjelas (Batang Tubuh)
  • Alinea Penutup (Ending)

D. CARA MENULIS ARTIKEL

  1. Pilih tema
  2. Tentukan judul (bisa juga ditentukan belakangan)
  3. Susun alinea pertama
  4. Uraikan tema dalam beberapa alinea penjelas (tergantung panjang-pendek tulisan)
  5. Perhatikan format/gaya penulisan (ilmiah atau populer?)
  6. Eksploitasi data/ referensi penting
  7. Simpulkan pendapat dalam alinea penutup (jadilah draf awal artikel)
  8. Edit ulang draf awal (judul bisa ditentukan saat ini)
  9. Draf final artikel (langsung dikirimkan ke media massa, atau dimintakan pendapat orang lain sebagai proof reader)

1. Memilih Tema

  • Eksplorasi gagasan seluas mungkin (banyak membaca, mendengar, berdiskusi)
  • Pilih tema yang relevan dengan minat/ bidang kompetensi
  • Pilih tema yang aktual (sedang hangat dan jadi perbincangan publik)
  • Tentukan sikap atas tema/masalah yang akan dibahas (pro atau kontra?)

2. Memilih Judul

  • Judul mewakili tema yang akan dibahas atau pendapat yang akan diajukan
  • Singkat (3 – 5 kata) dan padat (sarat makna)
  • Menarik dan menggugah orang untuk membaca tulisan secara keseluruhan
  • Gunakan istilah/idiom populer

3. Susun Alinea Pertama

  • Satu alinea biasa mengandung satu pokok pikiran
  • Uraikan inti masalah dengan singkat (3-5 kalimat)
  • Alinea pertama mengandung pokok pikiran UTAMA atau tesis yang akan dipertahankan
  • Sifatnya, apakah menanggapi opini orang lain atau mengajukan opini tersendiri
  • Pilihan bentuk alinea bervariasi

4. Susun Alinea Penjelas

  • Uraikan pokok pikiran utama (main idea) menjadi beberapa pokok pikiran penunjang/ turunan
  • Setiap pokok pikiran itu disusun dalam alinea tersendiri
  • Hubungkan satu alinea dengan alinea selanjutnya dengan jembatan pikiran (bridging) yang kuat
  • Hubungan antar alinea bisa bersifat:

– kronologis (waktu)

– spasiologis (ruang)

– kausalitas (sebab-akibat)

5. Mengolah Gaya Penulisan

  • Ada tiga gaya utama:

1. Deskripsi, memerikan fakta apa adanya secara detail

2. Narasi, menguraikan fakta secara kronologis/ spasiologis

3. Argumentasi, menjelaskan fakta dan sebab-akibat yang melatarinya

  • Kembangkan gaya yang cocok dengan karakter penulis atau tema yang dibahas
  • Setiap gaya memiliki efek yang berbeda kepada pembaca

6. Eksploitasi Data atau Rujukan

  • Data penting untuk memperkuat tesis yang diajukan
  • Referensi penting untuk menunjukkan bahwa semua pendapat yang sama/ berbeda sudah dipertimbangkan
  • Kutipan data/referensi dalam format sederhana, karena panjang artikel terbatas

7. Simpulkan Pendapat dalam Alinea Penutup

  • Simpulkan uraian yang terdapat dalam Alinea Penjelas dalam alinea penutup
  • Konfirmasi Alinea Penutup/Simpulan dengan Alinea Pertama/Pendapat Awal yang telah diajukan
  • Gunakan kalimat yang menggugah, bukan memaksakan kehendak
  • Buka kesempatan orang lain untuk berbeda pendapat, bukan merasa benar sendiri

8. Mengedit Tulisan

  • Selesaikan Draf Awal tulisan, apapun bentuknya, jangan ditunda-tunda
  • Endapkan tulisan awal selama beberapa waktu, lalu cari inspirasi/kesibukan, namun tetap perhatikan deadline/batas tenggat
  • Tinjau ulang Draf Awal dan periksa dari segi substansi, struktur argumentai atau gaya penulisannya
  • Lakukan koreksi mulai dari yang mudah: standar bahasa, validitas data/referensi hingga yang sulit keandalan argumentasi

9. Menyebarkan/ Memasarkan Tulisan

  • Kirimkan draf tulisan kepada sejumlah kawan yang memahami standar penulisan yang baik (minta koreksi dan penilaian)
  • Perbaikan draf tulisan berdasarkan masukan dari semua pihak dan juga pembacaan ulang sendiri (jadilah Draf Final)
  • Kirimkan artikel ke media massa yang sesuai dan minta alasan/komentar, jika artikel tak dimuat
  • Jaga hubungan baik dengan Editor Opini di sejumlah media, sehingga tahu kebutuhan artikel macam apa yang bisa diakomodasi media
  • Simpan artikel yang SUDAH dimuat atau yang BELUM dimuat di media, jadikan khazanah pemikiran pribadi

REFERENSI:

Sumaidira, AS Haris. 2005. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis Profesional. Simbiosa, Bandung.

Waluyo, Sapto. 2008. Teknik Menulis Artikel Opini. Bahan Pelatihan Jurnalistik PPSDMS Nurul Fikri, Jakarta.

TINDAKAN MENYIMPANG PD REMAJA

Pada masa remaja ‘kendali diri’ merupakan hal yang sangat penting, karena pada masa ini seorang remaja atau individu dalam masa yang labil dalam pencarian identitasnya. Remaja sebenarnya berada dalam masa transisi (masa peralihan) dan masa pencarian identitas diri. Mereka berada dalam taraf perkembangan atau pertumbuhan menuju alam dewasa, sebab seakan-akan remaja berada diantara dua kutub yang saling berlawanan, yaitu antara masa anak-anak dan masa dewasa. Situasi yang demikian banyak menimbulkan kesulitan-kesulitan, yang sifatnya sangat bertentangan dengan hukum Islam, selain itu faktor fisik dan rohani yang masih berada dalam proses pembentukan jati diri, sehingga dapat dikatakan pada masa remaja seseorang akan mengalami kegoncangan batin. Menurut Siti Nurfatihatin, bahwa yang menyebabkan terjadinya kenakalan anak adalah faktor lingkungan, (keluarga, sekolah dan masyarakat). Faktor-faktor tersebut berhubungan. Misalnya faktor lingkungan, akan mempengaruhi anak, karena lingkungan yang baik akan membentuk anak dengan baik, begitu juga halnya dengan faktor-faktor lain.

Sedangkan menurut Jawahirul Fuad, dalam penelitianya di pondok pesantren rehabilitasi mental Az-Zaini bahwa, kenakalan anak disebabkan antara lain: faktor ekonomi, faktor keretakan rumah tangga, faktor kurangnya perhatian orang tua dan faktor pergaulan anak. Faktor-faktor inilah yang membuat para anak nekat melakukan apa saja yang mereka mau, diantaranya, pencurian, perampokan dan lain-lain. Hasil penelitian Yasmin Kamsurya, terjadinya kenakalan anak dalam keluarga terdapat dua hal yakni pertama, faktor internal dari dalam diri anak itu sendiri, seperti pengaruh pertumbuhan dan perkembangan fisik, perkembangan emosi, perkembangan sosial, dan perkembangan keagamaan anak, taraf intelegensi yang rendah, pembawaan sejak lahir.
Kedua faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Sedangkan hasil penelitian Siti Halimah, kenakalan anak disebabkan karena faktor diri sendiri, pengaruh teman, dan ekonomi.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti, maka upaya mahasiswa jurusan hukum keluarga agama Islam, untuk mengatasi kenakalan anak betul-betul sangat dibutuhkan terutama dengan problematika saat ini, kondisi anak saat ini, sangatlah memprihatinkan. Moral anak sangat lemah, sehingga dapat mendorong mereka menerima pengaruh-pengaruh yang datang dari lingkungan di sekitarnya, akibatnya mereka menjadi anak yang nakal. Untuk itu penanganan tentang kenakalan anak dalam keluarga sangatlah diperlukan, terutama dalam menemukan nilai-nilai ajaran agama dan menjadi suri tauladan pada anak-anak, dan remaja dimasa yang akan datang, yang tidak bertentangan dengan hukum Islam, dan undang-undang no.3 tahun 1997, tentang pengadilan anak.
Upaya yang dimaksud adalah kemampuan hukum Islam untuk mengatasi masalah kenakalan anak dalam keluarga, untuk menemukan jawaban berbagai pemecahan problem-problem yang berkaitan dengan moral dan ilmu pengetahuan mereka. Kemampuan membuat pilihan-pilihan kecil yang cerdas akhirnya akan menyebabkan seorang anak, mempercayai diri sendiri untuk membuat pilihan-pilihan yang penting untuk masalah yang besar dalam kehidupan. Tugas perkembangan yang tidak terselesaikan dimasa sebelum remaja merupakan penyebab utama timbulnya kelainan-kelainan tingkah laku, seperti bentuk kenakalan remaja (jouvenile delinquency) dan bahkan kejahatan (crime).Karena keadaan diri yang tidak memadai tersebut, baik sengaja maupun tidak sengaja sering juga anak, melakukan tindakan atau perilaku yang dapat merugikan dirinya dan atau masyarakat.
Kenakalan adalah bentuk kejahatan yang dapat mengakibatkan kerugian dan permasalahan yang berdampak pada orang tua, keluarga (saudara), atau pada masyarakat sekitar.Menurut Saparinah Sadli, mengistilahkan kelainan tingkah laku itu dengan perlakuan menyimpang. Menurutnya, perilaku menyimpang adalah tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma sosial. Selanjutnya, Cohen yang dikutip oleh Saparinah Sadli memberikan definisi tentang perilaku menyimpang sebagai berikut :”Perilaku menyimpang adalah tingkah laku yang melanggar atau bertentangan, atau menyimpang dari aturan-aturan normatif, dari pengertian-pengertian normatif ataupun dari harapan-harapan lingkungn sosial yang bersangkutan “. Dan dalam pembukaan undang-undang nomor 3 tahun 1997 Pasal 1 Ayat 2,  sebagai berikut :
” Anak Nakal adalah:
a.        anak yang melakukan tindak pidana; atau
b.        anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan
Kekerasan dan kenakalan anak dalam keluarga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologi dan perbuatan penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara, melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Di era yang maju ini, banyak eksploitasi ilmu pengetahuan sampai hal bersifat pornografis, yang bisa membahayakan mental generasi muda Indonesia. Anak sekarang yang suka ikut-ikutan, sangat berpengaruh terhadap kebutuhan yang ada seperti saat sekarang ini misalnya, dalam hal berani terhadap perintah orang tua, membangakangterhadap ajakan dari orang tua yang mengajak kepada kebaikan, penggunaan narkoba, tawuran dan pergaulan bebas. Padahal Allah memerintakahkan untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik pada kedua orang tua, sebagaimana terdapat dalam surat An-Nisa: 14, yang Artinya : “ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua “.
Seorang anak adalah titipan Allah yang diberikan kepada orang tua, dan anak tidak boleh menjadi beban kedua orang tua. Anak tidak boleh menjadi penyebab kesengsaraan bagi orang tua. Qur’an Surat al-baqarah ayat :233 yang berbunyi : “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepadapara ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya, janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan, karena anaknya dan seorang ayah, karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu, apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan “.Dari beberapa dasar hukum islam yang melarang adanya perlakuan yang kurang sopan antara anak, terhadap orang tua adalah jelas, bahwa hukum Islam, akan melarang ketika anak tidak mau dan tidak memulyakan orang tua dalam perlakuan dan penghormatan, serta ketaatan yang lebih terhadap kedua orang tuanya.Secara sederhana ada tiga alasan mendasar yang patut diduga sebagai pemicu kenakalan anak dalam keluarga. Pertama, beragam kejahatan dan kenakalan yang dilakukan anak terhadap orang tua. Kedua, beragam kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak, sebagai bagian kewajiban orang tua mendidik dan membimbing masalah kenakalan anak. Selain dua unsur utama di atas, alasan yang paling memprihatinkan dalam permasalahan, pidana yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak adalah kewenangan orang tua mendidik, mengarahkan, bahkan jika diperlukan menempuh jalan kekerasan, guna menunjukkan bahwa orang tua mampu untuk mendidik anak, kekerasan dan eksistensi, kuasa Allah, dirubah menjadi bahasa yang penuh kekerasan. Kalangan juridis pidana Islam menganggap, dengan menggunakan dalil-dalil normatif, membebaskan orang tua dari permasalahan. Mereka beranggapan, pemukulan yang dilakukan oleh orang tua adalah untuk mendidik anak, merupakan bentuk yang baik yang sah dalam Islam. Dalam sebuah teks hadist disebutkan bahwa : “tidak dibunuh orang tua karena membunuh anaknya “. Lebih parahnya lagi, doktrinketaatan anak terhadap orang tua “engkau dan hartamu adalah milik ayahmu”, guna menguatkan hadist sebelumnya. Kecenderungan mereka tidak dapat membawa diri secara hati-hati, maka disini sangat dibutuhkan peranan orang tua terhadap pembentukan moral anak, supaya dapat membina dan mendidik seorang anak menjadi insan yang berbudi luhur dan berakhlak mulia.
1.        Orang tua harus responsif, menyikapi terhadap pentingnya masalah anak. Untuk itu para orang tua harus membimbing anak agar dapat menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan agama, sebagaimana sabda Rosullulah SAW : “Anak adalah titipan dari Allah yang harus dijaga “.
2.         Bahwa dalam pendidikan anak sangatlah beragam bentuk dan tujuannya, sehingga UNESCO sejak tahun 1997, sudah mulai menggali kembali dan memperkenalkan “The four Pillars of Education, yaitu Learning to Know, learning to Do, Learning to Live Togheter, dan Learning to Be”, untuk mengantisipasi perubahan yang bukan hanya menyeluruh, tetapi mungkin eksponensial (secara langsung), yang perlu diantisipasi akan terjadi pada anak dimasyarakat yang akan datang.
3.         Berikan teladan, anak bisa belajar dengan cara memperhatikan cara orang dewasa menggunakan ketrampilannya, dan orang tua bisa mengajarkan sesuatu dengan memberikan teladan. Cara ini memang jauh lebih efektif daripada memberitahukan apa yang seharusnya dilakukan anak dan apa yang seharusnya tidak dilakukan.
Tetapi ini bukanlah hal yang baru dalam hukum Islam, terhadap pembentukan moral anak, untuk mengatasi kenakalan anak dalam keluarga, Sebagaimana saran Sayyidina Ali Kw, “Didiklah anak-anakmu karena mereka diciptakan bukan untuk zamanmu (akan tetapi untuk zaman yang akan datang) “. Bagaimana orang menggabungkan konsep tersebut secara teoritis ataupun praktis dalam dunia masalah kenakalan anak. Karena orang tua, juga ada peranan yang memberikan, mengajar, dan mendidik agama Islam, dengan membimbing, menuntun, memberi tauladan dan membantu mengantarkan anak, ke arah kedewasaan jasmani dan rohani. Yaitu membimbing anak agar menjadi seorang muslim yang sejati, beriman, serta berguna bagi masyarakat, agama dan negara. Tugas dan peran orang tua tidaklah terbatas dalam keluarga, bahkan orang tua pada hakikatnya merupakan komponen srategis, memiliki peran yang penting dalam menentukan gerak maju kehidupan prilaku anak. Sebagaimana firman Allah SWT surat Ali Imron ayat 104 yang artinya : “Dan Hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. ”(Q.S. Ali Imran 104).

 Hasil penelitian Blatt, mengatakan bahwa guru harus serius membantu para siswa mempertimbangkan berbagai konflik moral, yang sesungguhnya, memikirkan cara pertimbangan yang digunakan dalam menyelesaikan koflik moral, melihat ketidak konsistenan cara berfikir, dan menemukan jalan untuk mengatasinya. Untuk dapat melaksanakannya orang tua harus memahami tingkatan berfikir anak dan menyesuaikannya dalam berkomunikasi dengan tingkat diatasnya, memusatkan perhatian pada tingkat bernalar sebagai seorang anak, serta membantu mengatasi konflik yang dapat mengantarkannya kepada kesadaran, bahwa pada tahap berikutnya akan lebih memadai. Berdasarkan paparan di atas dan berbagai hasil penelitian, maka peneliti tertarik untuk mengungkap lebih jauh tentang “ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP KENAKALAN ANAK DALAM KELUARGA DAN UNDANG–UNDANG NO. 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK”

>>> Untuk Materi PPT tentang Kenakalan Remaja, bisa di Download Di Sini.

>>> Untuk Materi Kultum Pondok Romadhon.docx, bisa di Download Di Sini.

Source: http://lazamuddin.blogspot.com/2012/03/analisis-hukum-islam-terhadap-kenakalan.html

%d blogger menyukai ini: